Senin, 30 April 2012


BAB I

PENDAHULUAN




Strategi penyampaian mengacu kepada cara-cara yang di pakai untuk menyampaikan pembelajaran dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan dari mereka. Oleh karena itu media sebagai komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu kepada kegiatan apa yang di lakukan oleh si pelajar dan bagaimana peranan media dalam merangsang kegiatan belajar itu.[1]

Media sebagai komponen strategi pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin disalurkan kepada penerima pesan dan materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai adalah proses pembelajaran. Media mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan peserta didik.[2]













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Karakteristik Media dan Sumber Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Agar berbagai sumber belajar ini dapat dikelola dengan baik, masing-masing sekolah atau rayon sekolah, dapat mendirikan suatu pusat sumber belajar (learning resources center) yang merupakan suatu tempat yang dirancang secara khusus untuk melaksanakan aktivitas terorganisir dalam mendisain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, mengevaluasi, dan meneliti berbagai sumber yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan pembelajaran tematik.
Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Dengan menggunakan berbagai media akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak, dan media tersebut dapat digunakan dalam kegiatan belajar sebagai pengganti dari objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat, obyek yang terlalu besar atau terlalu kecil.
Berbagai cara dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan media, Rudi dan Bretz (1971) misalnya mengklasifikasi media ke dalam tujuh kelompok media, yaitu:
1.      media audio visual gerak
2.      media audio visual diam
3.      media audio semi gerak
4.      media visual gerak
5.      media visual diam
6.      media audio
7.      media cetak
B.     Pemilihan Media dan Sumber Pembelajaran Tematik
Ada beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam pemilihan media yaitu:
·         Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan tersebut.
·         “Kedekatan” dengan media
·         Adanya sejumlah media yang dapat di perbandingkan.
Sedangkan analisis sumber belajar dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber belajar apa yang tersedia dan data digunakan untuk menyampaikan isi pembelajaran. Hasil dari kegiatan ini akan merupakan daftar sumber belajar yang tersedia dan siap dipakai yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Untuk mengkaji lebih lanjut  perlu di uraikan terlebih dahulu apa itu sumber belajar  dan bagaimana klasifikasinya.
·         Sumber belajar
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkumgan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Udin saripudin dan winataputra (199;65) mengelompokkan sumber belajar menjadi 5 kategori, yaitu manusia, buku/perpustakaan,media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan.[3]
·         Klarifikasi sumber Belajar
Peranan pokok sumber belajar dalam pembelajaran adalah mentranmisi rangsangan atau informasi kepada siswa-siswi.
·         Langkah analisis sumber belajar
Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, bahwa hasil akhir dari analisis sumber belajar adalah berupa daftar sumber belajar yang tersedia dan dapat di pakai untuk keperluan belajar.
C.     Lembar Kegiatan Pembelajaran Tematik
Bentuk Kegiatan Pembelajaran
Pada dasarnya ada tiga bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu:
  1. Pengajar sebagai fasilitator dan siswa-siswi belajar mandiri
  2. Pengajara sebagai sumber tunggal dan siswa-siswi belajar darinya
  3. Pengajar sebagai penyaji bahan belajar yang dipilihnya atau yang dikembangkannya.


Karakteristik lembar kegiatan pembelajaran yang baik,
    1. pengembangan bahan belajar mandiri
    2. pengembangan bahan pengajaran konvensional
    3. pengembangan bahan BPS

D.    Membuat Media Pembelajaran Tematik
Sebelum membuat media pembelajaran tematik, langkah kritis pertama yang perlu dilakukan guru dalam membuat media adalah mencari, menemukan, dan memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalaman dan dengan sendirinya yang sesuai dengan subjek yang dipelajari.
Sebagai gambaran pembuatan media pembelajaran tematik, berikut ini dijelaskan tahapan-tahapannya,
  1. Penyusunan Rancangan
  2. Penulisan Naskah [4]















BAB III
KESIMPULAN

Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization).
Sedangkan analisis sumber belajar dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber belajar apa yang tersedia dan data digunakan untuk menyampaikan isi pembelajaran. Hasil dari kegiatan ini akan merupakan daftar sumber belajar yang tersedia dan siap dipakai yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Dalam membuat media pembelajaran tematik, langkah kritis pertama yang perlu dilakukan guru dalam membuat media adalah mencari, menemukan, dan memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalaman dan dengan sendirinya yang sesuai dengan subjek yang dipelajari.














DAFTAR PUSTAKA
Buku Lapis PGMI

Wina Sanjaya Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Kencana Media group 2008)


[1] Buku Lapis PGMI
[3] Wina Sanjaya Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Kencana Media group 2008) hal 139
[4] BukubLaPIS PGMI Paket !0
BAB I

PENDAHULUAN




Strategi penyampaian mengacu kepada cara-cara yang di pakai untuk menyampaikan pembelajaran dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan dari mereka. Oleh karena itu media sebagai komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu kepada kegiatan apa yang di lakukan oleh si pelajar dan bagaimana peranan media dalam merangsang kegiatan belajar itu.[1]

Media sebagai komponen strategi pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin disalurkan kepada penerima pesan dan materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai adalah proses pembelajaran. Media mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan peserta didik.[2]













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Karakteristik Media dan Sumber Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Agar berbagai sumber belajar ini dapat dikelola dengan baik, masing-masing sekolah atau rayon sekolah, dapat mendirikan suatu pusat sumber belajar (learning resources center) yang merupakan suatu tempat yang dirancang secara khusus untuk melaksanakan aktivitas terorganisir dalam mendisain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, mengevaluasi, dan meneliti berbagai sumber yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan pembelajaran tematik.
Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Dengan menggunakan berbagai media akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak, dan media tersebut dapat digunakan dalam kegiatan belajar sebagai pengganti dari objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat, obyek yang terlalu besar atau terlalu kecil.
Berbagai cara dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan media, Rudi dan Bretz (1971) misalnya mengklasifikasi media ke dalam tujuh kelompok media, yaitu:
1.      media audio visual gerak
2.      media audio visual diam
3.      media audio semi gerak
4.      media visual gerak
5.      media visual diam
6.      media audio
7.      media cetak
B.     Pemilihan Media dan Sumber Pembelajaran Tematik
Ada beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam pemilihan media yaitu:
·         Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan tersebut.
·         “Kedekatan” dengan media
·         Adanya sejumlah media yang dapat di perbandingkan.
Sedangkan analisis sumber belajar dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber belajar apa yang tersedia dan data digunakan untuk menyampaikan isi pembelajaran. Hasil dari kegiatan ini akan merupakan daftar sumber belajar yang tersedia dan siap dipakai yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Untuk mengkaji lebih lanjut  perlu di uraikan terlebih dahulu apa itu sumber belajar  dan bagaimana klasifikasinya.
·         Sumber belajar
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkumgan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Udin saripudin dan winataputra (199;65) mengelompokkan sumber belajar menjadi 5 kategori, yaitu manusia, buku/perpustakaan,media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan.[3]
·         Klarifikasi sumber Belajar
Peranan pokok sumber belajar dalam pembelajaran adalah mentranmisi rangsangan atau informasi kepada siswa-siswi.
·         Langkah analisis sumber belajar
Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, bahwa hasil akhir dari analisis sumber belajar adalah berupa daftar sumber belajar yang tersedia dan dapat di pakai untuk keperluan belajar.
C.     Lembar Kegiatan Pembelajaran Tematik
Bentuk Kegiatan Pembelajaran
Pada dasarnya ada tiga bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu:
  1. Pengajar sebagai fasilitator dan siswa-siswi belajar mandiri
  2. Pengajara sebagai sumber tunggal dan siswa-siswi belajar darinya
  3. Pengajar sebagai penyaji bahan belajar yang dipilihnya atau yang dikembangkannya.


Karakteristik lembar kegiatan pembelajaran yang baik,
    1. pengembangan bahan belajar mandiri
    2. pengembangan bahan pengajaran konvensional
    3. pengembangan bahan BPS

D.    Membuat Media Pembelajaran Tematik
Sebelum membuat media pembelajaran tematik, langkah kritis pertama yang perlu dilakukan guru dalam membuat media adalah mencari, menemukan, dan memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalaman dan dengan sendirinya yang sesuai dengan subjek yang dipelajari.
Sebagai gambaran pembuatan media pembelajaran tematik, berikut ini dijelaskan tahapan-tahapannya,
  1. Penyusunan Rancangan
  2. Penulisan Naskah [4]















BAB III
KESIMPULAN

Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization).
Sedangkan analisis sumber belajar dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber belajar apa yang tersedia dan data digunakan untuk menyampaikan isi pembelajaran. Hasil dari kegiatan ini akan merupakan daftar sumber belajar yang tersedia dan siap dipakai yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Dalam membuat media pembelajaran tematik, langkah kritis pertama yang perlu dilakukan guru dalam membuat media adalah mencari, menemukan, dan memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalaman dan dengan sendirinya yang sesuai dengan subjek yang dipelajari.














DAFTAR PUSTAKA
Buku Lapis PGMI

Wina Sanjaya Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Kencana Media group 2008)


[1] Buku Lapis PGMI
[3] Wina Sanjaya Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Kencana Media group 2008) hal 139
[4] BukubLaPIS PGMI Paket !0